MEDIA COVERAGES

www.cnnindonesia.com, Jakarta, 6 Juli 2019

SEPEKAN IHSG MENGUAT 0,23%, TERIMA KASIH SEKTOR KONSUMER!

Jakarta, CNBC Indonesia – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini, Jumat (5/7/2019) ditutup terkoreksi 0,039% ke level 6.373,47 poin pada Jumat (5/7/2019).

Baca Lebih Lanjut ...

 Namun, data perdagangan mencatat dalam sepekan terakhir (1-5 Juli), IHSG berhasil menguat tipis 0,23% menjadi 6.373 dari 6.358 pada pekan sebelumnya, di tengah sentimen positif pasar keuangan global dan potensi penurunan suku bunga acuan The Fed dan Bank Indonesia.

Data BEI menunjukkan, pada penutupan perdagangan Jumat lalu, secara sektoral, sektor konsumer memimpin dengan penguatan sebesar 0,75% diikuti dengan menguatnya sektor industri dasar, manufaktur dan infrastruktur masing-masing sebesar 0,68%, 0,43% dan 0,25%. Sementara itu, sektor properti, keuangan justru terkoreksi masing-masing sebesar 0,56%. Sedangkan, sektor agrikultur melemah 0,55%.

Dalam sepekan terakhir, nilai kapitalisasi BEI naik 0,35% menjadi Rp 7.268,4 triliun dari sebelumnya Rp 7.243,04 triliun. Hal ini disertai dengan melonjaknya volume transaksi harian 6,03% menjadi 18,27 miliar unit saham per hari dari 17,23 miliar unit saham per hari. Frekuensi transaksi harian BEI pekan ini juga naik 3,15% menjadi 484.220 kali transaksi per hari dari 469.421 kali transaksi per hari pada pekan sebelumnya. Namun demikian, rata-rata nilai transaksi menciut 28,96% menjadi Rp 8,06 triliun per hari dari Rp 11,34 triliun per hari.

Sepanjang pekan kemarin, data BEI menunjukkan aksi beli bersih saham oleh investor asing (nett foreign buy) di pasar reguler sebesar Rp 1,44 triliun dan di seluruh pasar (reguler, negosiasi, dan tunai) Rp 940,13 miliar. Adapun, sepanjang 2019, nett foreign buy IHSG tinggal Rp 1,58 triliun di pasar reguler dan Rp 66,75 triliun di seluruh jenis pasar.

Sepanjang pekan ini, di pekan pertama Juli, sebanyak empat perusahaan mencatatkan saham perdana di BEI. Keempatnya yakni perusahaan logistik PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) sebagai emiten ke-18 pada tahun 2019, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU), dan emiten properti PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG).

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190706184000-17-83158/sepekan-ihsg-menguat-023-terima-kasih-sektor-konsumer 

www.cnnindonesia.com, Jakarta, 4 Juli 2019

DUH! FREKUENSI CUMA 5 KALI, 2 SAHAM IPO INI AUTO REJECT ATAS

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) sahamnya mengalami penguatan 50% ke Rp 330 per saham saat pencatatan perdananya, dibuka di harga Rp 219 per saham. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,02% ke 6.364,06 poin.

Baca Lebih Lanjut ...

 Diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 1 kali dengan volume 6 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp 198.000. Perusahaan ini menawarkan 274,06 juta atau setara 29,13% saham kepada publik. Dengan demikian dana perolehannya dari aksi korporasi ini senilai Rp 60,01 miliar. Dana hasil IPO akan dipakai perseroan untuk meningkatkan stok bahan baku yaitu pembelian daun tembakau dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat mengingat pasar yang terus tumbuh.

Perusahaan yang didirikan pada 1955 di Malang, Jawa Timur tersebut mencatatkan aset Rp 355,67 miliar per akhir 2018, terbagi menjadi kewajiban Rp 149,66 miliar dan modal Rp 206,01 miliar. Pada periode yang sama, eksportir tembakau linting tersebut membukukan pendapatan Rp 134,51 miliar dan laba tahun berjalan Rp 8,24 miliar, sehingga memiliki margin laba 6,12%. Pendapatan perseroan tersebut berasal dari penjualan tembakau linting ke pasar domestik dan pasar ekspor, yaitu ke Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Sedangkan saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) sahamnya mengalami penguatan 69,33% ke Rp 254 per saham saat pencatatan perdananya, dibuka di harga Rp 150 per saham. Diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 3 kali dengan volume 3 lot saham dan menghasilkan nilai sebesar Rp 76.200. Perusahaan ini melepaskan 150 juta sahamnya ke publik atau setara dengan 22,57% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Memperoleh dana senilai Rp 22,5 miliar.

Dana ini sebesar 80% akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja, antara lain sekitar 80% untuk pembelian bahan baku, sekitar 10% untuk beban pabrikasi, serta sekitar 10% untuk beban pemasaran. Sebesar 20% akan digunakan oleh Perseroan untuk pembelian aset produksi berupa mesin-mesin pengolahan kayu. Hingga akhir Desember 2018 perusahaan mengantongi penjualan senilai Rp 37,62 miliar, naik dari Rp 21,72 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan di pos laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 1,85 miliar. Jumlah ini naik tajam dari Rp 128,71 juta di akhir tahun buku 2017. (hps/hps)

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190704091349-17-82609/duh-frekuensi-cuma-5-kali-2-saham-ipo-ini-auto-reject-atas 

www.cnnindonesia.com, Jakarta, 4 Juli 2019

INDONESIA TOBACCO DAN DARMI BERSAUDARA RESMI 'GO PUBLIC'

Jakarta, CNN Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua penghuni baru pada awal semester II 2019. Perusahaan tersebut adalah PT Indonesian Tobacco Tbk dan PT Darmi Bersaudara Tbk. Keduanya resmi mencatatkan saham mereka di lantai bursa pada Kamis (4/7).

Baca Lebih Lanjut ...

 Harga saham kedua perusahaan tersebut langsung melonjak pada pembukaan perdagangan perdananya. Saham Indonesian Tobacco melesat ke level Rp330 per saham atau meningkat 50 persen dan Darmi Bersaudara meningkat 69,33 persen ke level Rp254 per saham.

Komisaris Indonesian Tobacco Shirley Suwantinna mengucapkan rasa terima kasihnya karena sudah diberikan kesempatan perusahaan untuk melebarkan sayapnya di pasar modal Indonesia. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan melepas sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh selama masa penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Emiten berkode ITIC ini menetapkan harga sebesar Rp219 per saham dalam proses IPO. Dengan demikian, perusahaan mendapatkan dana segar sebesar Rp60,02 miliar. Shirley mengatakan perusahaan akan menggunakan dana IPO untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Dana itu juga akan digunakan untuk membeli tembakau hingga ekspansi ke luar negeri.

Sementara, Darmi Bersaudara menawarkan saham saat IPO sebesar Rp150 per saham. Emiten berkode KAYU melempar saham ke publik sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh selama masa penawaran umum saham perdana. Direktur Utama Darmi Bersaudara Nanang mengatakan pihaknya siap untuk membawa perusahaan lebih baik lagi pasca tercatat di bursa saham. Ia akan membuat investor tak menyesal sudah mengoleksi saham perusahaan. “Sekarang saya mengemban amanat yang sudah diberikan investor bahwa kami akan menjadikan perusahaan lebih besar lagi,” ungkapnya.

Melalui IPO, perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu olahan bermerek dagang Darbe Wood ini memperoleh dana sebesar Rp22 miliar. Perusahaan akan menggunakan dana itu untuk menutup kebutuhan modal, khususnya permintaan ekspor ke India dan Eropa. (aud/bir)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190704105339-92-408972/indonesia-tobacco-dan-darmi-bersaudara-resmi-go-public 

www.merdeka.com, Jakarta, 4 Juli 2019

RESMI IPO, SAHAM INDONESIAN TOBACCO DAN DARMI BERSAUDARA KOMPAK NAIK

Merdeka.com – PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Kamis (4/7). ITIC menawarkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp219 per saham.

Baca Lebih Lanjut ...

 Jumlah saham yang ditawarkan Perseroan sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana. Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar senilai Rp60,02 miliar. Pada pencatatan perdana ini, saham ITIC naik 50 persen atau 110 poin ke level Rp 330. Saham ITIC ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 6 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp198.000. Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun perusahaan berencana menggunakan dana IPO seluruhnya untuk modal kerja berupa pembelian bahan baku berupa daun tembakau.

Selain itu, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) juga melantai perdana pagi ini di BEI. Harga penawaran saham Perseroan ditetapkan sebesar Rp150 per saham dengan nilai nominal saham Rp100. Pada pencatatan perdana ini, saham KAYU naik 69,33 persen atau 104 poin ke level Rp254. Saham KAYU ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 3 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp76.200.

Perseroan diketahui melepas 150 juta saham dalam IPO. Lewat IPO ini, Perseroan menargetkan dana sebesar Rp22 miliar. Nantinya, 80 persen dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional. “Sisanya untuk pembelian aset produksi berupa mesin-mesin pengolahan kayu yang akan disewakan pada pihak ketiga untuk melakukan produksi khusus,” tutur Direktur KAYU, Abdul Haris Nofianto.

Adapun Darmi Bersaudara adalah perusahaan asal Surabaya yang bergerak di bidang perdagangan kayu olahan dengan merek dagang Darbe Wood. Perusahaan telah menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek IPO[bim]

Reporter: Bawono Yadika Tulus  Sumber: Liputan6

Sumber : https://www.merdeka.com/uang/resmi-ipo-saham-indonesian-tobacco-dan-darmi-bersaudara-kompak-naik.html  

economy.okezone.com, Jakarta, 4 Juli 2019

IPO DARMI BERSAUDARA, SAHAM PERUSAHAAN KAYU INI MELONJAK 69,33%

Jakarta – PT Darmi Bersaudara Tbk secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode KAYU ini menjadi emiten ke-20 yang menawarkan saham perdana atau di BEI tahun ini.

Baca Lebih Lanjut ...

 Perusahaan yang menjalankan bisnis perdagangan kayu yang diolah menjadi barang setengah jadi. Melepas 150 juta saham kepada publik, setara dengan 22,57% modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Adapun harga saham ditetapkan Rp150 per lembar saham. Pada pembukaan perdagangan, saham KAYU naik 104 poin atau 69,33% ke level Rp254 dari harga Rp105 per lembar saham.

Direktur Utama Darmi Bersaudara Nanang Sumartono mengatakan bahwa sebesar 20% akan digunakan oleh Perseroan untuk pembelian aset produksi berupa mesin-mesin pengolahan kayu yang akan disewakan pada pihak ketiga yang memiliki izin pengolahan kayu. “Untuk melakukan produksi khusus untuk memenuhi permintaan Perseroan,” ujar dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sebelumnya, perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. “Dalam pelaksanaan IPO, kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2018 dan dengan go public,kami yakin bisa meningkatkan level perusahaan menjadi lebih baik,” kata Direktur Independen Darmi Bersaudara Lie Kurniawan di Jakarta seperti dikutip Harian Neraca. (rzy)

Jurnalis : Taufik Fajar

Sumber : https://economy.okezone.com/read/2019/07/04/278/2074461/ipo-darmi-bersaudara-saham-perusahaan-kayu-ini-melonjak-69-33 

investasi.kontan.co.id, Jakarta, 4 Juli 2019

RESMI MELANTAI DI BURSA, HARGA SAHAM PT DARMI BERSAUDARA TBK (KAYU) NAIK 66,33%

Kontan.co.id – Jakarta.Tiga emiten melakukan pencatatan perdana di perdagangan bursa hari ini Kamis (4/7). Salah satunya adalah PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan dengan produk utama yaitu produk kayu olahan.

Baca Lebih Lanjut ...

 KAYU membuka penawaran saham perdananya dengan harga Rp 150 per saham. Setelah resmi tercatat hari ini, saham KAYU melejit 69,33% ke level Rp 254 per saham. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengatakan, KAYU adalah perusahaan ke-20 selama tahun 2019 dan merupakan pencatatan ke-636 di BEI. “Darmi adalah UKM bidang ekspor kayu pertama yang tercatat di BEI, semoga hal ini bisa opsi investasi yang menarik,” terangnya.

Perusahaan kayu olahan asal Surabaya ini menawarkan 22,57% dari total 665 juta saham yang dicatatkan. Berarti, KAYU merilis sekitar 150 juta saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Direktur Independen PT Darmi Bersaudara Tbk Lie Kurniawan mengatakan, aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) ini untuk menggenjot pemenuhan permintaan dari luar negeri. “Saat ini kami hanya mampu memenuhi 20% dari total permintaan, dengan IPO ini kami berharap bisa memenuhi 30%-40% dari total permintaan,”terangnya.

KAYU mampu menghimpun dana sebesar Rp 22,5 miliar dalam IPO kali ini. Dana ini rencananya akan digunakan untuk pembelian aset dan penambahan bahan baku. “Sekitar 80% akan kami gunakan untuk modal kerja, dan 20% untuk pembelian aset berupa mesin-mesin baru,” ujar Lie.

Reporter: Agustinus Respati  Editor: Herlina Kartika

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/resmi-melantai-di-bursa-harga-saham-pt-darmi-bersaudara-tbk-kayu-naik-6633

market.bisnis.com, Jakarta, 4 Juli 2019

RAIH RP22,50 MILIAR DARI IPO, SAHAM DARMI BERSAUDARA (KAYU) NAIK 69 PERSEN DI AWAL DAGANG

Bisnis.com, Jakarta – Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan produk kayu olahan PT Darmi Bersaudara Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juli 2019.

Baca Lebih Lanjut ...

Emiten dengan kode saham KAYU ini merupakan emiten ke 20 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Perseroan melepas 150 juta saham atau 22,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana. Harga penawaran umum perdana saham sebesar Rp150 per saham. Dengan demikian, dana yang berhasil dikantongi perseroan dari hasil IPO sebesar Rp22,50 miliar. Pada awal perdagangan, saham KAYU mengalami kenaikan sebesar 69,33% dari harga perdana ke level Rp254.

Perseroan akan menggunakan dana dari hasil IPO sebesar 80% untuk modal kerja, 20% untuk pembelian aset produksi berupa mesin pengolahan kayu yang akan disewakan kepada pihak ketiga yang memiliki izin pengolahan kayu untuk melakukan produksi khusus untuk memenuhi permintaan perseroan.

Reporter: Azizah Nur Alfi – Bisnis.com

Sumber : https://market.bisnis.com/read/20190704/192/1119925/raih-rp2250-miliar-dari-ipo-saham-darmi-bersaudara-kayu-naik-69-persen-di-awal-dagang 

merdeka.com, Jakarta, 4 Juli 2019

RESMI IPO, SAHAM INDONESIAN TOBACCO DAN DARMI BERSAUDARA KOMPAK NAIK

Merdeka.com – PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Kamis (4/7). ITIC menawarkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) senilai Rp219 per saham.

Baca Lebih Lanjut ...

 Jumlah saham yang ditawarkan Perseroan sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana. Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar senilai Rp60,02 miliar. Pada pencatatan perdana ini, saham ITIC naik 50 persen atau 110 poin ke level Rp 330. Saham ITIC ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 6 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp198.000.

Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun perusahaan berencana menggunakan dana IPO seluruhnya untuk modal kerja berupa pembelian bahan baku berupa daun tembakau. Selain itu, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) juga melantai perdana pagi ini di BEI. Harga penawaran saham Perseroan ditetapkan sebesar Rp150 per saham dengan nilai nominal saham Rp100.

Pada pencatatan perdana ini, saham KAYU naik 69,33 persen atau 104 poin ke level Rp254. Saham KAYU ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 3 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp76.200. Perseroan diketahui melepas 150 juta saham dalam IPO. Lewat IPO ini, Perseroan menargetkan dana sebesar Rp22 miliar. Nantinya, 80 persen dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional.

“Sisanya untuk pembelian aset produksi berupa mesin-mesin pengolahan kayu yang akan disewakan pada pihak ketiga untuk melakukan produksi khusus,” tutur Direktur KAYU, Abdul Haris Nofianto. Adapun Darmi Bersaudara adalah perusahaan asal Surabaya yang bergerak di bidang perdagangan kayu olahan dengan merek dagang Darbe Wood. Perusahaan telah menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek IPO.

Reporter: Bawono Yadika Tulus Liputan6

Sumber : https://www.merdeka.com/uang/resmi-ipo-saham-indonesian-tobacco-dan-darmi-bersaudara-kompak-naik.html 

investasi.kontan.co.id, Jakarta, 4 Juli 2019

RESMI IPO, BERIKUT RENCANA BISNIS PT DARMI BERSAUDARA (KAYU)

Kontan.co.id – Jakarta. PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) resmi menjadi perusahaan ke-20 yang melantai pada tahun ini. Kehadiran KAYU juga menggenapi emiten ke-636 yang tercatat di bursa. KAYU menawarkan sebanyak 665 juta sahamnya kepada publik dengan harga penawaran Rp 150 per saham.

Baca Lebih Lanjut ...

 Direktur Independen PT Darmi Bersaudara Tbk Lie Kurniawan menjelaskan perusahaannya mengincar dana segar sebesar Rp 22,5 miliar dari penawaran perdana tersebut. Lie mengatakan, sekitar Rp 18 miliar akan digunakan perusahaannya untuk membeli modal kerja berupa kayu mentah. “Sedangkan sekitar 20% atau sekitar Rp 4,5 miliar akan kami gunakan untuk meningkatkan aset produktif kami berupa mesin pengolahan,” kata Lie, Kamis (4/7).

Sebagai informasi, KAYU merupakan salah satu perusahaan kecil dan menengah yang pertama kali tercatat di bursa tahun ini. Unit usaha KAYU adalah perdagangan dengan produk utama kayu olahan. “Kami mengolah kayu log menjadi berbagai bentuk seperti kayu decking, door jam, windom jam, dan post beam,” jelas Lie.

Dalam menjalankan bisnisnya, KAYU tak bekerja sendiri. Untuk pengolahan mereka bermitra dengan sekitar dua unit usaha di Jawa Timur. Sedangkan KAYU lebih berperan sebagai pengemas produk olahan dan pencari pasar produk-produk tersebut di luar negeri. Maklum, selama ini KAYU lebih banyak bermain di segmen manca negara, terutama di Asia Selatan. India dan Nepal adalah kedua negara yang paling banyak menerima produk olahan kayu.

Data dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) juga menunjukkan demikian. Dari keseluruhan total ekspor produk kayu olahan, India menyumbang hampir seperempat dari permintaan ekspor. Nilainya mencapai US$ 2,82 juta. Tertinggi setelah China yang sebesar US$ 4,54 juta. “Untuk di India kami supply ke sekitar 20 supplier dan trader. Sedangkan Nepal ada 8 supplier dan trader,” kata Lie. Tahun lalu, KAYU mencatatkan pendapatan sebesar Rp 37,6 miliar dimana kesemuanya merupakan pendapatan ekspor.

Berdasarkan prospektus, sebanyak Rp 36,5 miliar penjualan KAYU didapat dari pangsa di India. Sedangkan sisanya, sekitar Rp 1,2 miliar disumbang dari pangsa pasar Nepal. Sebagai informasi, pendapatan KAYU di tahun lalu naik 73,2% dari tahun 2017. Pada tahun 2017 KAYU membukukan pendapatan sebesar Rp 21,72 miliar. “Kenaikan itu karena sejak tahun 2017 kami lebih berfokus menjadi perusahaan yang memprioritaskan perdagangan kayu saja alih-alih pengolahannya juga,” kata Lie.

Untuk tahun ini, Lie memproyeksikan perusahaannya bisa mencatat pertumbuhan pendapatan berlipat. “Dengan dana IPO, kita bisa raup pendapatan hingga Rp 64 miliar,” ujar Lie optimistis. Lie menyebut, melalui realisasi penggunaan IPO, mereka bisa memenuhi permintaan ekspor di kedua negara yang selama ini sudah menjadi langganan yakni India dan Nepal. “Selama ini kami baru bisa memenuhi sekitar 20% dari permintaan ekspor. Ketika nanti tingkatkan mesin, kami bisa penuhi hingga 40% dari permintaan kami,” ujar Lie.

Dalam sekali ekspor, KAYU bisa mengirim hingga tujuh kontainer hingga delapan kontainer produk kayu olahan. “Kami tidak patok berapa bulan sekali supply. Tergantung barang disana habis dalam berapa lama. Biasanya dalam satu sampai tiga bulan kami bisa kirim lagi,” kata Lie. Lie memproyeksikan jumlah itu akan semakin tumbuh baik dari supply maupundemand. “Tahun ini kita sudah jajaki untuk ekspor ke Korea Selatan dan Australia. Karena baru saja, maka kita masih lihat feedback dari market di kedua negara itu,” kata Lie.

Reporter: Aloysius Brama  Editor: Herlina Kartika

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/resmi-ipo-berikut-rencana-bisnis-pt-darmi-bersaudara-kayu

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 3 Juli 2019

IPO MASIH SEPI, INI 18 CALON EMITEN YANG ANTRE MASUK BURSA

Jakarta, CNBC Indonesia – Target jumlah emiten baru di tahun ini yang dipatok oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlahnya lumayan besar, 75-100 emiten, baik itu emiten surat utang (obligasi) maupun emiten baru yang mencatatkan saham di papan bursa.

Baca Lebih Lanjut ...

Berdasarkan data terakhir dari BEI, untuk calon emiten penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) masih terdapat 18 perusahaan yang tengah menjalankan prosesnya. Berikut daftar perusahaan yang tengah memproses IPO:

Nama Perusahaan Sektor
PT DMS Propertindo Property, Real Estate and Building Construction
PT Darmi Bersaudara Basic Industry and Chemicals
PT Eastparc Hotel Trade, Service and Investment
PT Hensel Davest Indonesia Trade, Service and Investment
PT Bima Sakti Pertiwi Property, Real Estate and Building Construction
PT Ifishdeco Mining
PT Indonesian Tobacco Consumer Goods Industry
PT MNC Vision Networks Trade, Service and Investment
PT Dana Brata Luhur Mining
PT Arkha Jayanti Persada Trade, Service and Investment
PT Itama Ranoraya Trade, Service and Investment
PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Insurance
PT Envy Technologies Indonesia Trade, Service and Investment
PT Net Visi Media Trade, Service and Investment
PT Satyamitra Kemas Lestari Basic Industry and Chemicals
PT Andalan Sakti Primaindo Property, Real Estate and Building Construction
PT Inocycle Technology Group Basic Industry and Chemicals
PT Berkah Prima Perkasa Trade, Service and Investment

Sumber: BEI

Dari tabel di atas tercermin bahwa sektor yang paling aktif untuk melakukan IPO hingga kuartal ketiga tahun ini adalah sektor perdagangan, jasa dan investasi (trade, service and investment). Sebagian besar bahkan sudah merampungkan proses ini hingga tahap penawaran umum dan segera mencatatkan sahamnya di BEI. Calon emiten tersebut seperti PT MNC Vision Networks, PT Envy Technologies Indonesia dan PT Berkah Prima Perkasa.

Namun, tingginya jumlah calon emiten ini mayoritas diisi oleh emiten skala kecil dan dana perolehan IPO yang berada di kisaran Rp 20 miliar-Rp 225 miliar. Hanya dua emiten yang akan memperoleh dana dalam jumlah besar sebesar yakni MNC Vision Networks dengan dana perolehan Rp 845,28 miliar dengan melepas 3,52 miliar saham dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG yang sebesar Rp 4,76 triliun dengan nilai divestasi 393,75 juta sahamnya.

Sebagai informasi, tahun ini BEI sebetulnya hanya mematok target IPO sebanyak 40 emiten. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan realisasi di 2018 dengan jumlah perusahaan baru yang listing sebanyak 57 perusahaan.

Namun, awal tahun ini OJK menargetkan jumlah perusahaan baru yang akan mencatatkan saham di BEI sebanyak 75-100 emiten. Hingga 1 Juli 2019, baru ada 18 emiten yang mencatatkan saham perdana. Artinya dengan target maksimal tersebut, hingga paruh pertama baru 18% dari target. (tas)

Reporter: Monica Wareza, CNBC Indonesia

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190703122249-17-82384/ipo-masih-sepi-ini-18-calon-emiten-yang-antre-masuk-bursa 

stocks.asia Jakarta, 14 Juni 2019

25 CALON EMITEN SIAP MELANTAI DI BEI, SIAPA SAJA?

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah mengantongi 25 nama calon emiten baru di pipeline yang siap melantai di pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Read More ...

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyatakan calon emiten yang siap IPO tersebut akan menggunakan laporan keuangan Desember 2018 dan Maret 2019. “Dokumen sudah masuk yang 25 calon emiten. Ada yang menggunakan laporan keuangan Desember, ada yang Maret,” kata Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Dari jumlah tersebut, salah satu emiten yang akan melantai pada semester kedua adalah klub sepak bola asal Gianyar yakni Bali United atau PT Bali Bintang Sejahtera Tbk yang akan mencatatkan saham perdana pada 16 Juni mendatang. Awalnya, dalam dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, klub yang dimiliki oleh pengusaha Pieter Tanuri tersebut dijadwalkan akan mencatatkan saham perdana pada 16 April 2019. “Bali United akan listing [tercatat di papan bursa] 17 Juni 2019, penawaran umum perdana saham berlangsung 10-12 Juni 2019,” kata Octavianus Budianto, Direktur Utama Kresna Sekuritas, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia. Kresna Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi IPO dari Bali United. Namun, Nyoman menegaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu pada 17 April lalu tidak menghambat pelaksanaan IPO. Meski ada beberapa perusahaan yang akhirnya menjadwalkan IPO setelah Pemilu yang lebih disebabkan karena masalah administrasi. “Kalau tahun politik saya tidak mendapatkan informasi, yang saya jalani sama teman-teman penilaian itu adalah dokumennya memang tidak lengkap atau dokumennya kurang, jadi arahnya bukan karena dia nahan,” kata Nyoman. Pada tahun ini, BEI mematok target cukup ambisius yakni sebanyak 75 emiten baru. Hingga 11 Juni 2019, tercatat baru ada 13 emiten yang sudah melantai di pasar modal. Adapun nama-nama 25 perusahaan yang siap IPO yakni: PT DMS Propertindo Tbk PT Blis Properti Indonesia Tbk PT Bali Bintang Sejahtera Tbk PT Surya Fajar Capital Tbk PT Golden Flower Tbk PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk PT Darmi Bersaudara Tbk PT Eastparc Hotel Tbk PT Hensel Davest Indonesia Tbk PT Bima Sakti Pertiwi Tbk PT Ifishdeco Tbk PT Indonesian Tobacco Tbk PT MNC Vision Networks Tbk PT Krida Jaringan Nusantara Tbk PT Dana Brata Luhur Tbk PT Arkha Jayanti Persada Tbk PT Itama Ranoraya Tbk PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk PT Envy Technologies Indonesia Tbk PT Net Visi Media Tbk PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk PT Andalan Sakti Primaindo Tbk PT Inocycle Technology Group PT Fuji Finance Indonesia Tbk PT Berkah Prima Perkasa Tbk (tas) Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190611165140-17-77665/25-calon-emiten-siap-melantai-di-bei-siapa-saja

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 11 Juni 2019

25 CALON EMITEN SIAP MELANTAI DI BEI, SIAPA SAJA?

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah mengantongi 25 nama calon emiten baru di pipeline yang siap melantai di pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Read More ...

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menyatakan calon emiten yang siap IPO tersebut akan menggunakan laporan keuangan Desember 2018 dan Maret 2019. “Dokumen sudah masuk yang 25 calon emiten. Ada yang menggunakan laporan keuangan Desember, ada yang Maret,” kata Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Dari jumlah tersebut, salah satu emiten yang akan melantai pada semester kedua adalah klub sepak bola asal Gianyar yakni Bali United atau PT Bali Bintang Sejahtera Tbk yang akan mencatatkan saham perdana pada 16 Juni mendatang. Awalnya, dalam dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, klub yang dimiliki oleh pengusaha Pieter Tanuri tersebut dijadwalkan akan mencatatkan saham perdana pada 16 April 2019. “Bali United akan listing [tercatat di papan bursa] 17 Juni 2019, penawaran umum perdana saham berlangsung 10-12 Juni 2019,” kata Octavianus Budianto, Direktur Utama Kresna Sekuritas, dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia. Kresna Sekuritas menjadi penjamin pelaksana emisi IPO dari Bali United. Namun, Nyoman menegaskan bahwa penyelenggaraan Pemilu pada 17 April lalu tidak menghambat pelaksanaan IPO. Meski ada beberapa perusahaan yang akhirnya menjadwalkan IPO setelah Pemilu yang lebih disebabkan karena masalah administrasi. “Kalau tahun politik saya tidak mendapatkan informasi, yang saya jalani sama teman-teman penilaian itu adalah dokumennya memang tidak lengkap atau dokumennya kurang, jadi arahnya bukan karena dia nahan,” kata Nyoman. Pada tahun ini, BEI mematok target cukup ambisius yakni sebanyak 75 emiten baru. Hingga 11 Juni 2019, tercatat baru ada 13 emiten yang sudah melantai di pasar modal. Adapun nama-nama 25 perusahaan yang siap IPO yakni: PT DMS Propertindo Tbk PT Blis Properti Indonesia Tbk PT Bali Bintang Sejahtera Tbk PT Surya Fajar Capital Tbk PT Golden Flower Tbk PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk PT Darmi Bersaudara Tbk PT Eastparc Hotel Tbk PT Hensel Davest Indonesia Tbk PT Bima Sakti Pertiwi Tbk PT Ifishdeco Tbk PT Indonesian Tobacco Tbk PT MNC Vision Networks Tbk PT Krida Jaringan Nusantara Tbk PT Dana Brata Luhur Tbk PT Arkha Jayanti Persada Tbk PT Itama Ranoraya Tbk PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk PT Envy Technologies Indonesia Tbk PT Net Visi Media Tbk PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk PT Andalan Sakti Primaindo Tbk PT Inocycle Technology Group PT Fuji Finance Indonesia Tbk PT Berkah Prima Perkasa Tbk (tas) Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190611165140-17-77665/25-calon-emiten-siap-melantai-di-bei-siapa-saja

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 17 Mei 2019

BULAN DEPAN, PABRIK GARMEN MEREK TOP DUNIA INI MASUK BURSA

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Golden Flower bakal menjadi perusahaan publik atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepaskan 150 juta sahamnya melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Read More...

Jumlah saham IPO tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah penawaran umum. Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, masa penawaran awal (bookbuilding) dimulai pada Jumat ini (17/5/2019) hingga 27 Mei mendatang. Perseroan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa dikantongi pada 14 Juni 2019 dan masa penawaran umum akan dilakukan pada 17-20 Juni 2019. Dengan demikian, perseroan menargetkan saham perusahaan akan tercatat di BEI atau listing pada 26 Juni 2019. Dana IPO akan digunakan perusahaan untuk membiayai modal kerja, termasuk tidak terbatas pada pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional dan biaya pemasaran. Perusahaan garmen ini fokus memproduksi pakaian wanita ini dengan merek-merek seperti Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY dan American Eagle. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). Mayoritas penjualan perusahaan masih berorientasi ekspor mencapai 95% dari total penjualan, sedangkan sisanya pasar dalam negeri. Akhir 2018 perusahaan mencatatkan nilai penjualan Rp 438,45 miliar, naik tipis dari total penjualan perusahaan tahun sebelumnya senilai Rp 437,76 miliar. Laba bersih yang berhasil dikantongi perusahaan mencapai Rp 8,86 miliar, tumbuh dari Rp 8,20 miliar di akhir Desember 2017. Perusahaan ini merupakan salah satu dari 25 calon emiten lain yang sedang memproses IPO. Berdasarkan data dari BEI, berikut daftar perusahaan yang ada di pipeline IPO saat ini: PT DMS Propertindo – Property, Real Estate and Building Construction PT Bali Bintang Sejahtera – Trade, Services and Investment PT Hotel Fitra International – Property, Real Estate and Building Construction PT Surya Fajar Capital – Trade, Services and Investment PT Communication Cable Systems Indonesia – Infrastructure, Utilities and Transportation PT Darmi Bersaudara – Basic Industry and Chemicals PT Eastparc Hotel – Trade, Services and Investment PT Hensel Davest Indonesia – Trade, Services and Investment PT Bima Sakti Pertiwi – Property, Real Estate and Building Construction PT Ifishdeco – Mining PT Indonesian Tobacco – Consumer Goods Industry MNC Vision Networks – Trade, Services and Investment PT Krida Jaringan Nusantara – Infrastructure, Utilities and Transportation PT Dana Brata Luhur – Mining PT Arkha Jayanti Persada – Trade, Services and Investment PT Itama Ranoraya – Trade, Services and Investment PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG – Insurance PT Envy Technologies Indonesia – Trade, Services and Investment PT Net Visi Media – Trade, Services and Investment PT Satyamitra Kemas Lestari – Basic Industry and Chemicals PT Andalan Sakti Primaindo – Property, Real Estate and Building Construction PT InocycleTechnology Group – Basic Industry and Chemicals PT Fuji Finance Indonesia – Finance PT Berkah Prima Perkasa – Trade, Services and Investment (tas) Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190517132059-17-73220/bulan-depan-pabrik-garmen-merek-top-dunia-ini-masuk-bursa 

financelroll.comJakarta, 29 Maret 2019

BEI CATAT PIPELINE IPO TERBARU SEBANYAK 16 PERUSAHAAN

FINANCEROLL -JAKARTA. Tercatat baru ada 7 perusahaan yang sudah resmi tercatatkan sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal I 2019 ini. BEI pun mencatat pipeline perusahaan yang ingin melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 16 perusahaan. Targetnya BEI akan mengantar perusahaan baru IPO sebanyak 57 perusahaan tahun 2019 ini.

Read More ...

I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI mengatakan, saat ini pipeline saham IPO sudah ada 16. Naik dari sebelumnya yang hanya 12. Untuk emisi obligasi sudah ada 23 yang tercatat dengan pipeline 9 perusahaan. Sedangkan untuk dana investasi real estate (Dire) baru tercatat 1, sedangkan exchange traded fund (ETD) 2 yang tercatat dan pipeline sebanyak 2 produk. “Kami terus upayakan untuk menjemput bola dalam meingkatkan capaian perusahaan tercatat. Kami harapkan target 57 perusahaan IPO dapat terlampaui,” ujar Nyoman di Jakarta, Jumat (29/3). Adapun 16 perusahaan yang akan melantai di bursa adalah PT DMS Propertindo Tbk, PT Meta Epsi Tbk, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, PT Menteng Heritage Realty Tbk, PT Jasnita Telekomindo Tbk, PT Bliss Properti Indonesia Tbk. Kemudian, PT Yomari Eksis Serentak Tbk, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, PT Fuji Finance Tbk, PT Hotel Fitra International Tbk, PT Surya Fajar Capital Tbk, PT Golden Flower Tbk, PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk, PT Darmi Bersaudara Tbk, PT Eastparc Hotel Tbk, PT Hensel Davest Indonesia Tbk. Untuk pipeline obligasi, BEI mencatat ada 9 perusahaan yang ingin menerbitkan surat utang ini yakni PT Permodalan Nasional Madani sebesar Rp 2 triliun, PT Oto Multiartha sebesar Rp 1 triliun, PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 2 triliun.  Baca Juga Incar target IPO saham minimal 57 perusahaan, ini kiat BEI Saat Masih Disuspen, Inilah Daftar 20 Besar Pemegang Saham BLTA Pendapatan Indika Energy (INDY) Naik 169,7% di tahun 2018 Segera melantai di bursa efek, Meta Epsi juga terbitkan waran​ Lalu, PT Surya Artha Nusantara Finance sebesar Rp 750 miliar, PT Sinar Mas Multifinance Rp 400 miliar, PT Medco Power Indonesia sebesar Rp 350 miliar dan sukuk Rp 850 miliar, PT J Resources Asia Pasifik Tbk Rp 500 miliar dan PT Maybank Indonesia Finance Rp 1 triliun. Reporter: Yoliawan H Editor: Azis Husaini Reporter: Yoliawan H Editor: Azis Husaini Video Pilihan Sumber : https://www.financeroll.com/bei-catat-pipeline-ipo-terbaru-sebanyak-16-perusahaan/

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 2 November 2018

CATAT! INI CALON EMITEN BARU DI BURSA SAHAM RI

Jakarta, CNBC IndonesiaPT Dewata Freight International menetapkan harga penawaran sahamnya sebesar Rp 150/saham dengan melepas sebanyak 300 juta unit atau setara dengan 24,79% sahamnya untuk publik. Saham ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI ) pada 9 November 2018.

Read More ...

Bersamaan dengan penawaran umum saham ini, perusahan juga menerbitkan waran dengan harga Rp 187/unit sebagai sweetener. Perusahaan berhasil mengantongi dana sebesar Rp 45 miliar, akan digunakan untuk penyertaan ke anak usaha PT Dewata Makmur Bersama sebesar Rp 16 miliar dan sisanya untuk modal kerja. Aksi korporasi ini dikawal oleh Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Minggu depan, BEI juga akan mencatatkan dua emiten lainnya yakni PT Kota Satu Properti yang akan melepaskan 500 juta unit sahamnya yang setara dengan kepemilikan sebesar 40%, di harda Rp 117/saham. Saham ini akan dicatatkan di BEI pada 5 November 2018 nanti. Perusahaan ini memperoleh dana sebesar Rp 58,5 miliar dari aksi korporasi ini, akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja anak usahanya yakni PT Kota Satu Manajemen. Victoria Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selanjutnya pada 6 November 2018, saham PT Shield On Service akan dicatatkan bursa saham Indonesia. Saham yang dilepas berjumlah sebanyak 150 juta unit atau setara dengan 23,08% di harga 275/saham. Dana yang diperoleh sebesar Rp 41,24 miliar yang rencananya akan digunakan untuk melunasi utangnya kepada AB Sinarmas Multifinance dengan alokasi 71,23% lalu 20,61% untuk penyertaan saham di PT Human Resources Provider (HRP) dan sisanya akan dipakai untuk modal kerja. Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari aksi korporasi ini. Selain tiga emiten ini, berikut beberapa salon emiten lainnya yang masih memproses pelaksanaan penawaran umum saham perdananya (initial public offering/IPO): PT Satria Mega Kencana PT Pool Advista Finance PT Sentral Mitra Informatika PT Darmi Bersaudara PT Distribusi Voucher Nusantara PT Urban Jakarta Propertindo PT Estika Tata Tiara PT Mega Perintis PT Aneka Minera Indonesia PT Kencana Energi Lestari PT Nusantara Properti Internasional PT Gunung Raja Paksi PT Sentra Food Indonesia PT Pollux Investasi Internasional PT Citra Putra Realty PT DMS Propertindo PT Envy Technologies Indonesia (roy)   Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20181102172304-17-40385/catat-ini-calon-emiten-baru-di-bursa-saham-ri

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 2 Oktober 2018

BISA PALING BANYAK, IPO TAHUN INI CAPAI 60 PERUSAHAAN

Jakata, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini lenih agresif menggaet perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (intial public offering/IPO).

Read More ...

Bersamaan dengan penawaran umum saham ini, perusahan juga menerbitkan waran dengan harga Rp 187/unit sebagai sweetener. Perusahaan berhasil mengantongi dana sebesar Rp 45 miliar, akan digunakan untuk penyertaan ke anak usaha PT Dewata Makmur Bersama sebesar Rp 16 miliar dan sisanya untuk modal kerja. Aksi korporasi ini dikawal oleh Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Minggu depan, BEI juga akan mencatatkan dua emiten lainnya yakni PT Kota Satu Properti yang akan melepaskan 500 juta unit sahamnya yang setara dengan kepemilikan sebesar 40%, di harda Rp 117/saham. Saham ini akan dicatatkan di BEI pada 5 November 2018 nanti. Perusahaan ini memperoleh dana sebesar Rp 58,5 miliar dari aksi korporasi ini, akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja anak usahanya yakni PT Kota Satu Manajemen. Victoria Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selanjutnya pada 6 November 2018, saham PT Shield On Service akan dicatatkan bursa saham Indonesia. Saham yang dilepas berjumlah sebanyak 150 juta unit atau setara dengan 23,08% di harga 275/saham. Dana yang diperoleh sebesar Rp 41,24 miliar yang rencananya akan digunakan untuk melunasi utangnya kepada AB Sinarmas Multifinance dengan alokasi 71,23% lalu 20,61% untuk penyertaan saham di PT Human Resources Provider (HRP) dan sisanya akan dipakai untuk modal kerja. Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari aksi korporasi ini. Selain tiga emiten ini, berikut beberapa salon emiten lainnya yang masih memproses pelaksanaan penawaran umum saham perdananya (initial public offering/IPO): PT Satria Mega Kencana PT Pool Advista Finance PT Sentral Mitra Informatika PT Darmi Bersaudara PT Distribusi Voucher Nusantara PT Urban Jakarta Propertindo PT Estika Tata Tiara PT Mega Perintis PT Aneka Minera Indonesia PT Kencana Energi Lestari PT Nusantara Properti Internasional PT Gunung Raja Paksi PT Sentra Food Indonesia PT Pollux Investasi Internasional PT Citra Putra Realty PT DMS Propertindo PT Envy Technologies Indonesia (roy)   Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20181102172304-17-40385/catat-ini-calon-emiten-baru-di-bursa-saham-ri

id.beritasatu.com, Jakarta, 25 September 2018

NOVEMBER, DARMI BERSAUDARA MASUK BURSA

JAKARTA – PT Darmi Bersaudara berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perusahaan berencana mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal atau pertengahan November 2018. 

Read More ...

Chief Operating Officer Artha Sekuritas Suparno Sulina mengatakan, Darmi Bersaudara berencana menawarkan sebanyak 150 juta saham atau setara 22% kepada publik. Artha Sekuritas adalah penjamin pelaksana emisi efek dalam rencana IPO tersebut. “Untuk valuasi masih dinegosiasikan di bawah Rp 200 per saham, dengan PER 11 kali,” kata Suparno di Jakarta, baru-baru ini. Sementara itu, Direktur Independen Darmi Bersaudara Lie Kurniawan mengatakan, sekitar 80% dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja, sementara 20% untuk pembelian aset produktif. Ke depan, perusahaan berencana ekspansi ke tahap produksi, baik pembangunan pabrik baru ataupun melalui akuisisi. Setelah IPO, perusahaan mengharapkan volume perdagangan naik dua kali lipat. Saat ini, perusahaan memperdagangkan kayu setengah jadi salah satunya produk kusen dengan volume sebanyak 40 kontainer per bulan dengan nilai penjualan Rp 250 juta. Lie mengatakan 90% dari produknya di ekspor ke India dan Nepal. Sedangkan sisanya untuk pasar domestik. “Kami masih prioritaskan existing market dulu, sebesar 90% ekspor kami ke India dan sisanya ke Australia dan Tiongkok,” tambahnya. Darmi Bersaudara merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan umum dengan berbagai produk termasuk kayu olahan sebagai komoditinya. Perusahaan menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Perusahaan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb dengan tujuan pasar internasional seperti Tiongkok, Nepal, India, Australia, dan Eropa. (ajg) Sumber : http://id.beritasatu.com/home/november-darmi-bersaudara-masuk-bursa/180754

economy.okezone.com, Jakarta, 24 September 2018

LEPAS 22,57% SAHAM, DARMI BERSAUDARA BIDIK DANA IPO RP22 MILIAR

JAKARTA – Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018.

Read More … 

Facseckuritas.co.id, Jakarta, 24 September 2018

DARMI BERSAUDARA BIDIK DANA IPO RP 22 MILIAR - LEPAS 22,57% SAHAM KE PUBLIK

Senin, 24 September 2018, Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. “Dalam pelaksanaan IPO, kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2018 dan dengan go public,kami yakin bisa meningkatkan level perusahaan menjadi lebih baik,”kata Direktur Independen Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Read More ...

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana senilai Rp22 miliar. Nantinya, 80% dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional dan sisanya untuk pembelian aset produktif.

Baca Lebih Lanjut...

Lie mengungkapkan, perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 100% setelah IPO. Selain didukung oleh penambahan modal kerja, optimisme itu juga didasari oleh efisiensi yang dilakukan perseroan serta perluasan akses pasar. Perseroan menyatakan bakal melakukan pembelian aset produktif secara bertahap. Aset produktif tersebut di antaranya meliputi lahan atau bangunan, maupun pabrik.”Tapi kami lakukan secara bertahap. Kami membuka seluruh opsi, baik beli maupun akuisisi,”ujar Lie. Sebagai informasi, Darmi Bersaudara adalah perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini menjalankan bisnis perdagangan kayu yang diolah menjadi barang setengah jadi. Sebesar 90% dari total produk perseroan dipasarkan ke luar negeri, terutama India dan Nepal. Selain itu, perseroan juga mulai memperluas destinasi ekspornya ke China, Australia, serta beberapa negara Eropa. Darmi Bersaudara didirikan pada 2010. Pada 2015, pendirinya memutuskan untuk berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Dalam kegiatan usahanya, perseroan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb. Volume ekspor perusahaan tersebut cukup besar, yakni sekitar 40 kontainer per bulan, di mana rata-rata nilai per kontainer mencapai Rp250 juta. Dengan demikian, rata-rata nilai ekspor per bulan mencapai kisaran Rp10 miliar. “Saat ini, total demand sangat besar, untuk India saja bisa ribuan kontainer. Tapi baru beberapa persen saja yang bisa kami penuhi,” terang Lie. Chief Operating Officer PT Artha Sekuritas Suparno Sulina selaku penjamin emisi alias underwriter menambahkan, porsi saham yang dilepas adalah 22,57% atau setara dengan 150 juta saham. Sementara itu, untuk valuasinya masih dinegosiasikan di kisaran di bawah Rp200. Sumber : http://www.facsekuritas.co.id/news-4067-darmi-bersaudara-bidik-dana-ipo-rp-22-miliar–lepas-2257-saham-ke-publik 

TribunManado.co.id, Jakarta, 24 September 2018

DARMI BERSAUDARA SIAP IPO NOVEMBER

Senin, 24 September 2018, Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. 

Read More ...

“Dalam pelaksanaan IPO, kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2018 dan dengan go public, kami yakin bisa meningkatkan level perusahaan menjadi lebih baik,” kata Direktur Independen Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan di Jakarta, kemarin. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana senilai Rp22 miliar. Nantinya, 80% dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional dan sisanya untuk pembelian aset produktif. Lie mengungkapkan, perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 100% setelah IPO. Selain didukung oleh penambahan modal kerja, optimisme itu juga didasari oleh efisiensi yang dilakukan perseroan serta perluasan akses pasar. Perseroan menyatakan bakal melakukan pembelian aset produktif secara bertahap. Aset produktif tersebut di antaranya meliputi lahan atau bangunan, maupun pabrik. “Tapi kami lakukan secara bertahap. Kami membuka seluruh opsi, baik beli maupun akuisisi,”ujar Lie. Sebagai informasi, Darmi Bersaudara adalah perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini menjalankan bisnis perdagangan kayu yang diolah menjadi barang setengah jadi. Sebesar 90% dari total produk perseroan dipasarkan ke luar negeri, terutama India dan Nepal. Selain itu, perseroan juga mulai memperluas destinasi ekspornya ke China, Australia, serta beberapa negara Eropa. Darmi Bersaudara didirikan pada 2010. Pada 2015, pendirinya memutuskan untuk berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Dalam kegiatan usahanya, perseroan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb. Volume ekspor perusahaan tersebut cukup besar, yakni sekitar 40 kontainer per bulan, di mana rata-rata nilai per kontainer mencapai Rp250 juta. Dengan demikian, rata-rata nilai ekspor per bulan mencapai kisaran Rp10 miliar. “Saat ini, total demand sangat besar, untuk India saja bisa ribuan kontainer. Tapi baru beberapa persen saja yang bisa kami penuhi,” terang Lie. Chief Operating Officer PT Artha Sekuritas Suparno Sulina selaku penjamin emisi alias underwriter menambahkan, porsi saham yang dilepas adalah 22,57% atau setara dengan 150 juta saham. Sementara itu, untuk valuasinya masih dinegosiasikan di kisaran di bawah Rp200. Sumber: http://manado.tribunnews.com/2018/09/24/darmi-bersaudara-siap-ipo-november

www.cnbcindonesia.com Jakarta, 24 September 2018

IHSG DI ZONA HIJAU PEKAN LALU, PERHATIKAN AKSI EMITEN BERIKUT

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona hijau, naik 26 poin atau 0,44% ke level 5.957 pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (21/09/2018). Sektor keuangan memimpin penguatan IHSG dengan sumbangan 12 poin penguatan. Nilai transaksi tercatat Rp 10,9 triliun dengan volume sebanyak 12 miliar unit saham.

Read More ...

Frekuensi perdagangan adalah 381.612 kali. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) hingga Rp 1,13 triliun, lebih besar dari net buy tiga hari berturut-turut sebelumnya. Saham-saham yang paling banyak diburu investor berdasarkan nilainya yakni: PT H.M. Sampoerna Tbk/HMSP (+0,52%), PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (+0,97%), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI(+2,62%), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (+4,79%). Sementara itu, terdapat beberapa aksi dari beberapa emiten yang layak dicermati pada akhir pekan lalu. Berikut ulasan yang dirangkum oleh CNBC Indonesia, Senin (24/9/18). Merdeka Copper Dapat Dana Segar Rp 1,33 T dari Rights Issue PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) meraih dana segar senilai Rp 1,33 triliun melalui penerbitan saham baru (rights issue) yang dilakukan perseroan. Seluruh saham yang baru terbit mencapai 594,93 juta saham diserap seluruhnya oleh para pemegang saham MDKA. Baru 2 Tahun Menjabat, Dirut Produsen Olympic Mundur PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) telah menerima pengunduran diri dari direktur utamanya Juanda Hasurungan Sidabutar. Pengesahan pengunduran diri ini akan dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar perusahaan dalam waktu dekat. Darmi Bersaudara IPO, Lepas 22,57% Saham ke Publik PT Darmi Bersaudara, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan kayu, berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sekitar 22,57% saham ke publik. Perusahaan ini berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November mendatang, dengan target dana yang diperoleh minimal Rp 22 miliar. Dapat Suntikan Rp 175 M, CAR Bank Banten Naik Jadi 12,5% Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) akan meningkat menjadi 12,5% setelah mendapatkan setoran modal Rp 175 miliar dari pemerintah provinsi Banten. Kepastian setoran modal akhirnya didapatkan oleh Bank Banten setelah Rapat Paripurna DPRD Banten mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2018 pada Kamis (20/9/2018). Adaro Tunda Kerja Sama Tambang di India, Ini Alasannya PT Adaro Energy Tbk (ADRO) masih menunda rencana kerjasama dengan perusahaan trader terbesar sekaligus pemasok batu bara yang dominan di India yakni Adani. Direktur Utama perseroan Garibaldi Thohir yang kerap disapa Boy Thohir, mengatakan saat ini perseroan belum memprioritaskan percepatan kerja sama tersebut. Mengingat fokus utama bisnis ADRO yang sedang melakukan ekspansi bisnisnya di tanah air. (prm) Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20180924072433-17-34389/ihsg-di-zona-hijau-pekan-lalu-perhatikan-aksi-emiten-berikut

www.neraca.co.id Jakarta, 24 September 2018

DARMI BERSAUDARA BIDIK DANA IPO RP 22 MILIAR - LEPAS 22,57% SAHAM KE PUBLIK

Jakarta – Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. “Dalam pelaksanaan IPO, kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2018 dan dengan go public,kami yakin bisa meningkatkan level perusahaan menjadi lebih baik,”kata Direktur Independen Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Read More ...

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana senilai Rp22 miliar. Nantinya, 80% dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional dan sisanya untuk pembelian aset produktif. Lie mengungkapkan, perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 100% setelah IPO. Selain didukung oleh penambahan modal kerja, optimisme itu juga didasari oleh efisiensi yang dilakukan perseroan serta perluasan akses pasar. Perseroan menyatakan bakal melakukan pembelian aset produktif secara bertahap. Aset produktif tersebut di antaranya meliputi lahan atau bangunan, maupun pabrik.”Tapi kami lakukan secara bertahap. Kami membuka seluruh opsi, baik beli maupun akuisisi,”ujar Lie. Sebagai informasi, Darmi Bersaudara adalah perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini menjalankan bisnis perdagangan kayu yang diolah menjadi barang setengah jadi. Sebesar 90% dari total produk perseroan dipasarkan ke luar negeri, terutama India dan Nepal. Selain itu, perseroan juga mulai memperluas destinasi ekspornya ke China, Australia, serta beberapa negara Eropa. Darmi Bersaudara didirikan pada 2010. Pada 2015, pendirinya memutuskan untuk berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Dalam kegiatan usahanya, perseroan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb. Volume ekspor perusahaan tersebut cukup besar, yakni sekitar 40 kontainer per bulan, di mana rata-rata nilai per kontainer mencapai Rp250 juta. Dengan demikian, rata-rata nilai ekspor per bulan mencapai kisaran Rp10 miliar.”Saat ini, total demand sangat besar, untuk India saja bisa ribuan kontainer. Tapi baru beberapa persen saja yang bisa kami penuhi,” terang Lie. Chief Operating Officer PT Artha Sekuritas Suparno Sulina selaku penjamin emisi alias underwriter menambahkan, porsi saham yang dilepas adalah 22,57% atau setara dengan 150 juta saham. Sementara itu, untuk valuasinya masih dinegosiasikan di kisaran di bawah Rp200. Sumber : http://www.neraca.co.id/article/106604/darmi-bersaudara-bidik-dana-ipo-rp-22-miliar-lepas-2257-saham-ke-publik

saham.news, Jakarta, 23 September 2018

DARMI BERSAUDARA SEGERA IPO LEPAS 22% SAHAM PUBLIK

JAKARTA – PT Darmi Bersaudara nampaknya akan segera menjadi bagian dari perusahaan publik Indonesia. Perusahaan kayu olahan ini akan segera melepas 22,57% atau setara dengan 150 juta saham dibawah harga 200 rupiah pada bulan November 2018 mendatang.

Read More ...

Darmi Bersaudara didirikan pada tahun 2010 melalui perdagangan kayu olahan dari hutan Indonesia secara legal lewat merek dagang Darbe Wood. “Target perolehan dana yang ditargetkan dalam aksi IPO ini adalah senilai Rp22 miliar dimana 80% dari dana segar tersebut untuk modal kerja operasional dan sisanya pembelian aset produktif.” Ujar Lie Kurniawan, Direktur Independen Darmi Bersaudara. Perusahaan akan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 100% setelah IPO nanti akibat dukungan modal kerja serta efisiensi yang dilakukan perusahaan dan perluasan pasar yang telah dilakukan. Nantinya perusahaan akan menambah aset produktif secara bertahap, seperti lahan, bangunan dan pabrik. Darmi Bersaudara adalah perusahaan olahan kayu yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. 90% dari total produk dipasarkan ke India dan Nepal, kemudian China, Australia, serta negara-negara Eropa. Volume ekspor perusahaan sekitar 40 kontainer per bulan dengan nilai rata-rata ekspor per bulan mencapai kisaran Rp.10 miliar. Sumber : http://saham.news/darmi-bersaudara-segera-ipo-lepas-22-saham-publik/9476

Bisnis, Jakarta, 22 September 2018

DARMI BERSAUDARA LEPAS 22,57% SAHAM

JAKARTA – Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham.

Read More …

Bisnis.com, Jakarta, 21 September 2018

BERSIAP IPO, PERUSAHAAN KAYU OLAHAN DARMI BERSAUDARA BAKAL LEPAS 22% SAHAM

Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara, akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018.

Read More…

Detik.com, Jakarta, 21 September 2018

PERUSAHAAN KUSEN ASAL SURABAYA INI MAU JUAL SAHAM DI PASAR MODAL

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan tamu perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di pasar modal. Tamunya kali ini adalah PT Darmi Bersaudara.

Read More...

Manajemen perusahaan perdagangan kayu setengah jadi ini telah bertemu dengan pihak BEI untuk melakukan mini expose. Mereka menjabarkan mengenai rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering / IPO) yang akan dilakukan perusahaan. “Jadi dari pihak owner melihat ada potensi yang luar biasa untuk perseroan di masa depannya jadi perseroan memutuskan untuk membawa ke yang lebih baik lagi go public. Jadi semuanya reputasi kita bisa dapat akses juga yang lebih baik,” kata Direktur Independen Lie Kurniawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (21/9/2018). Darmi Bersaudara berencana melepas sekitar 22,58% dari seluruh modal yang ditempatkan. Ditargetkan realisasi pencatatan saham dapat dilakukan pada November tahun ini. “Kami proses menggunakan buku Mei 2018. Kami harapkan bisa dapat dana Rp 22 miliar. Kalau untuk teknis penetapan harga dan lainnya belum,” tambahnya. Perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO itu sekitar 80% untuk modal kerja. Sementara sisanya akan digunakan untuk pembelian aset produktif dan secara bertahap untuk pembangunan pabrik. Saat ini Darmi Bersaudara sudah memiliki pabrik di Gresik, Jawa Timur. Pabrik tersebut memproduksi kayu mentah menjadi bahan setengah jadi seperti kusen. Mayoritas dari hasil produksinya atau sekitar 90% diekspor ke luar negeri. Salah satu pasar utamanya adalah India. “Kita memperdagangkan kayu, kita tidak produksi jadi kami perdagangan walaupun dari kayu utuh dan di ekspor setengah jadi keluar. Utamanya ke Asia Selatan, terutama India dan Nepal,” tambahnya. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara, akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. (das/ara) Sumber: http://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4222450/perusahaan-kusen-asal-surabaya-ini-mau-jual-saham-di-pasar-modal

investasi.kontan.co.id, Jakarta, 21 September 2018

PT DARMI BERSAUDARA BERENCANA IPO, MENARGETKAN DANA RP 22 MILIAR

JAKARTA – PT Darmi Bersaudara perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan kayu, berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Read More ...

Chief Operating Officer Artha Sekuritas, Suparno Sulina mengatakan, PT Darmi Bersaudara berencana akan listing di BEI pada awal atau pertengahan bulan November. “Rencananya akan menawarkan sebesar 22% saham atau setara 150 juta saham. Valuasi masih di negosiasikan dikisaran dibawah Rp 200, dengan PER 11x,” katanya, Jumat (21/9). Nantinya, Artha Sekuritas sendiri akan menjadi penjamin efek untuk rencana penawaran umum perdana saham. Adapun lewat IPO, Darmi Bersaudara berniat mendapatkan dana Rp 22 miliar. Dana ini akan digunakan untuk permodalan usaha memenuhi permintaan ekspor kayu setengah jadi ke India, Nepal, China, dan Eropa. Permintaan dari negara-negara tersebut baru bisa dipenuhi 20% oleh Darmi saat ini. PT Darmi Bersaudara merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan umum dengan berbagai produk termasuk kayu olahan sebagai komoditinya. Lokasi kantor pusat Perseroan berada di Surabaya, Jawa Timur dengan pabrik pengolahan kayu yang disewa Perseroan yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Pada tahun 2015, pendiri usaha ini memutuskan untuk berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Perusahaan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb dengan tujuan pasar internasional seperti China, Nepal, India, Australia, dan Eropa. Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/pt-darmi-bersaudara-berencana-ipo-menargetkan-dana-rp-22-miliar

investasi.kontan.co.id, Jakarta, 21 September 2018

DENGAN IPO, DARMI BERSAUDARA INGIN MENGGANDAKAN PENJUALAN

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia akan kedatangan pemain baru PT Darmi Bersaudara, yang rencananya pada bulan November akan melakukan initial public offering (IPO) untuk mendapatkan dana segar dari pasar modal guna meningkatkan kinerja perusahaan.

Read More ...

Direktur Independen PT Darmin Bersaudara, Lie Kurniawan mengatakan Kita melihat ada potensi yang luar biasa untuk perseroan lebih besar di masa depannya, sehingga memutuskan untuk membawa ke level yang lebih baik lagi, dan itu caranya dengan go public. “Jadi dengan ini kita lebih mudah untuk mendapat akses dan perizinan usaha menjadi lebih mudah, kita menjadi lebih dipercaya oleh buyer, dan pada akhirnya ini bagus juga untuk citra perusahaan,” kata Lie, Jumat (21/9) di Gedung BEI, Jakarta. PT Darmi bersaudara berencana untuk melepas sebanyak 22,58% dari seluruh modal disetor dan ditempatkan, dimana diharapkan mendapatkan dana sebesar Rp 22 miliar. “Kalau untuk penetapan harga dan teknis masih belum, lagi proses pembahasan,” kata Lie Dana dari IPO tersebut sekitar 80% digunakan untuk modal kerja. Sementara sisanya akan digunakan untuk pembelian aset produktif dan secara bertahap untuk pembangunan pabrik. Untuk menopang kinerja pabrik yang sudah dimiliki di Gresik, Jawa Timur. Mayoritas dari hasil produksi atau sekitar 90% diekspor ke luar negeri dimana pasar utama India. “Kami memperdagangkan kayu, kita tidak produksi jadi kami perdagangan walaupun dari kayu utuh dan di ekspor setengah jadi keluar, utamanya ke Asia Selatan, terutama India dan Nepal. Permintaan di India sangat besar, kalau saat ini kisaran kontainer kita bisa ekspor 40 kontainer per bulan ke India. Dengan IPO bisa meningkat dua kali. Padahal permintaan di India sangat banyak, sekitar 1.000 permintaan,” tutup Lie. Reporter: Willem Kurniawan Editor: Sanny Cicilia Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/dengan-ipo-darmi-bersaudara-ingin-menggandakan-penjualan

indostock.id, Jakarta, 21 September 2018

KETIKA REPUTASI JADI ALASAN EKSPORTIR PENGOLAHAN KAYU SURABAYA IPO

Indostock.id – PT Darmi Bersaudara (Darbe Wood Group) merencanakan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun 2018 ini.

Read More ...

Direktur Independen Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan di Gedung BEI Jakarta, Jumat, mengatakan melalui IPO, perusahaan akan meraih modal tambahan yang dapat digunakan untuk mendukung bisnis perusahaan di masa mendatang. “Ada potensi yang luar biasa untuk perusahaan di masa depannya menjadi lebih baik sehingga memutuskan untuk melaksanakan ‘go public’,” ujarnya. Ia menambahkan aksi korporasi melalui pasar modal itu juga memungkinkan perusahaan memiliki akses permodalan yang lebih luas. “Dengan masuk pasar modal reputasi kita bisa lebih baik,” ucapnya. Rencananya, ia mengemukakan, Darmi Bersaudara akan melepas sekitar 22,57 persen dari seluruh modal yang ditempatkan setelah IPO. Dana hasil IPO diharapkan sebesar Rp22 miliar. “Target realisasi pencatatan saham di BEI (Bursa Efek indonesia) pada November tahun ini,” paparnya. Dalam aksi korporasi itu, Lie Kurniawan menyampaikan, pihaknya menggunakan buku keuangan periode Mei 2018 sebagai salah satu syarat pengajuan IPO. Ia memaparkan sekitar 80 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, sedangkan sisanya untuk pembelian aset produktif, salah satunya pembangunan pabrik secara bertahap atau akuisisi. Darmi Bersaudara merupakan perusahaan asal Surabaya yang bergerak di sektor perdagangan umum dengan berbagai produk termasuk kayu olahan sebagai komoditasnya. Perseroan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu dengan tujuan pasar internasional seperti India, Nepal, Tiongkok, Australia dan Eropa. “Mayoritas hasil produksi atau sekitar 90 persen di ekspor ke luar negeri dengan pasar utamanya adalah India,” kata Lie Kurniawan. (Ant).  Sumber : http://indostock.id/2018/09/21/ketika-reputasi-jadi-alasan-eksportir-pengolahan-kayu-surabaya-ipo/

investor.id, Jakarta, 21 September 2018

NOVEMBER, DARMI BERSAUDARA MASUK BURSA

JAKARTA – PT Darmi Bersaudara berencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Perusahaan berencana mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal atau pertengahan November 2018.

Read More ...

Chief Operating Officer Artha Sekuritas Suparno Sulina mengatakan, Darmi Bersaudara berencana menawarkan sebanyak 150 juta saham atau setara 22% kepada publik. Artha Sekuritas adalah penjamin pelaksana emisi efek dalam rencana IPO tersebut. “Untuk valuasi masih dinegosiasikan di bawah Rp 200 per saham, dengan PER 11 kali,” kata Suparno di Jakarta, baru-baru ini. Sementara itu, Direktur Independen Darmi Bersaudara Lie Kurniawan mengatakan, sekitar 80% dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja, sementara 20% untuk pembelian aset produktif. Ke depan, perusahaan berencana ekspansi ke tahap produksi, baik pembangunan pabrik baru ataupun melalui akuisisi. Setelah IPO, perusahaan mengharapkan volume perdagangan naik dua kali lipat. Saat ini, perusahaan memperdagangkan kayu setengah jadi salah satunya produk kusen dengan volume sebanyak 40 kontainer per bulan dengan nilai penjualan Rp 250 juta. Lie mengatakan 90% dari produknya di ekspor ke India dan Nepal. Sedangkan sisanya untuk pasar domestik. “Kami masih prioritaskan existing market dulu, sebesar 90% ekspor kami ke India dan sisanya ke Australia dan Tiongkok,” tambahnya. Darmi Bersaudara merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan umum dengan berbagai produk termasuk kayu olahan sebagai komoditinya. Perusahaan menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Perusahaan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb dengan tujuan pasar internasional seperti Tiongkok, Nepal, India, Australia, dan Eropa. (*) Sumber : http://investor.id/investor-pasar-modal/512526-november-darmi-bersaudara-masuk-bursa.html

www.cnbcindonesia.com, Jakarta, 21 September 2018

DARMI BERSAUDARA IPO, LEPAS 22,57% SAHAM KE PUBLIK

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Darmi Bersaudara, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan kayu, berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sekitar 22,57% saham ke publik.

Read More ...

Perusahaan ini berencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November mendatang, dengan target dana yang diperoleh minimal Rp 22 miliar. Direktur Independen perusahaan Lie Kurniawan mengatakan nantinya sekitar 80% dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja untuk kegiatan operasional perusahaan, sedangkan sisanya 20% untuk pembelian aset produktif hingga pembangunan pabrik baru secara bertahap maupun akuisisi pabrik baru. “Jadi kami ingin meningkatkan potensi perusahaan ke yang lebih baik lagi, jadi kami go public. Kami harapkan volume perdagangan kayu juga meningkat dua kali lipat paska IPO ini,” ungkap Lie di Gedung BEI, Jumat (21/9/18). Lebih lanjut, saat ini perseroan memperdagangkan kayu setengah jadi salah satunya produk kusen dengan volume sebanyak 40 kontainer setiap bulannya dengan nilai penjualan Rp 250 juta. Sekitar 90% dari produknya di ekspor terutama di negara Asia Selatan seperti India dan Nepal. Sedangkan sisanya untuk pasar domestik. “Kami masih prioritaskan existing market dulu, karena untuk India saja masih kurang karena pasarnya luas bayangkan saja disana penduduknya sekitar 1,4 miliar orang. Sekitar 90% itu ke India, sisanya ada juga Australia dan Cina,” tambahnya. Sedangkan dengan rencana untuk melakukan IPO, perusahaan menargetkan laba kotor perusahaan tahun ini meningkat hingga 20%. Dalam IPO ini, perusahaan menggandeng Artha Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. (hps) Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20180921132934-17-34190/darmi-bersaudara-ipo-lepas-2257-saham-ke-publik

emitennews.com,  Jakarta, 21 September 2018

TARGET DANA RP22 MILIAR, PT DARMI BERSAUDARA AKAN IPO 22,58 PERSEN SAHAM

EmitenNews – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten baru yang ingin mencatatkan sahamnya di pasar modal. Salah satunya perusahaan bidang perkayuan yaitu PT Darmi Bersaudara.

Read More ...

Manajemen perusahaan perusahaan itu telah bertemu dengan pihak BEI untuk melakukan mini expose di gedung BEI Jakarta Jumat (21/9). Mereka memaparkan mengenai rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang akan dilakukan perusahaan. Darmi Bersaudara berencana melepas sekitar 22,58% dari seluruh modal yang ditempatkan. Ditargetkan realisasi pencatatan saham dapat dilakukan pada November tahun ini. “Kami proses menggunakan buku Mei 2018. Kami harapkan bisa dapat dana Rp 22 miliar. Kalau untuk teknis penetapan harga dan lainnya belum,” kata Direktur Independen Lie Kurniawan usai mini ekspose di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (21/9/2018). Perusahaan akan menggunakan dana hasil IPO itu sekitar 80% untuk modal kerja. Sementara sisanya akan digunakan untuk pembelian aset produktif dan secara bertahap untuk pembangunan pabrik. Saat ini Darmi Bersaudara sudah memiliki pabrik di Gresik, Jawa Timur. Pabrik tersebut memproduksi kayu mentah menjadi bahan setengah jadi seperti kusen. Baca juga: Pendapatan Perusahaan Media Erick Thohir Bisa Naik di Tahun Politik Mayoritas dari hasil produksinya atau sekitar 90% diekspor ke luar negeri. Salah satu pasar utamanya adalah India. “Kita memperdagangkan kayu, kita tidak produksi jadi kami perdagangan walaupun dari kayu utuh dan di ekspor setengah jadi keluar. Utamanya ke Asia Selatan, terutama India dan Nepal,” tambahnya. Sumber : http://emitennews.com/target-dana-rp22-miliar-pt-darmi-bersaudara-akan-ipo-2258-persen-saham/

pasardana.id,   Jakarta, 21 September 2018

INCAR RP22 MILIAR, DARMI BERSAUDARA AKAN LEPAS 22,7% SAHAM

Pasardana.id – PT Darmi Bersaudara berencana melepas 150 juta lembar saham atau setara 22,7% dari modal disetor dan ditempatkan melalui penawaran saham perdana atau initial public offering(IPO).

Read More ...

Direktur Independen PT Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan mengatakan, rencana aksi korporasi itu dalam rangka meraup dana sebesar Rp22 miliar. “Selanjutnya, sebanyak 80% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dan 20% diperuntukan pembangunan pabrik kayu,” kata Lie usai melakukan paparan terbatas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/9/2018). Ia menjelaskan, langkah IPO sejalan dengan kelebihan permintaan akan rangka kayu dari negara-negara Asia Selatan, seperti India dan Nepal. “Saat ini kami baru dapat memenuhi 20% dari permintaan pasar,” kata dia. Jelasnya, eksportir rangka kayu seperti panel lantai kayu, rangka pintu dan langit-langit rumah ini, telah rutin mengekspor 40 peti kemas perbulan. Sedangkan nilai satu peti kemas mencapai Rp150 juta. “Setelah IPO, angka penjualan bisa meningkat 100% dari kondisi saat ini,” kata dia. Untuk itu, perseroan telah menyampaikan prospektus berdasarkan laporan keuangan akhir Mei 2018 kepada OJK. Selain itu, PT Artha Sekuritas Indonesia telah ditunjuk sebagai penjamin pelaksana efek.  Sumber : https://pasardana.id/news/2018/9/21/incar-rp22-miliar-darmi-bersaudara-akan-lepas-22-7-saham/